GEMA ITB 2011: Ini Ladang Kita !
Bismillah..
Bada tahmid dan salawat…
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik” (QS. Ali Imran : 110)
Mungkin ini menjadi momen yang paling ditunggu dalam keberjalanan dakwah kampus, ITB khususnya. Berawal dari sebuah pertemuan singkat, bertajuk ‘tantangan’ pengkaryaan, beberapa hari kemudian terbentuklah sebuah tim kecil -Meskipun diantara kedua momen ini terjadi benturan argumentasi, perbedaan pemikiran, antara pembinaan dan pengkaryaan-, bernama Tim Inti, GEMA ITB 2011.
Bagi sang ketua acara, amanah ini mungkin terlampau berat, hingga Ia beberapa kali menolak, meskipun akhirnya melalui sebuah pertimbangan, Ia menyanggupi nya, Mengapa ? mungkin Ia percaya, Ia tidak akan berkerja sendiri dalam kepanitian ini, akan banyak saudara-saudara di ‘belakang’nya yang senantiasa akan peduli, yang senantiasa akan membantu, bahkan mungkin lebih merasa peduli dari Ia sendiri.
Karena memang beginilah jalan dakwah ini mengajarkan kepada kita, dalam amal jama’I ini, banyak saudara-saudara kita yang justru lebih memikirkan dakwah ini dibandingan kita sendiri.
Ini karena cinta
Penulis terkagum-kagum, 400 orang mendaftarkan dirinya dalam kepanitiaan ini, LUAR BIASA. Sering sekali terpikirkan, mengapa banyak orang yang ingin bergabung dalam kepanitian ini, kepanitian yang mungkin tidak akan memberi lebih banyak dari apa yang akan kalian keluarkan, dengan jadwal akademik yang sangat padat, belum lagi kesibukkan kalian diluar itu, kalian masih sempat meluangkan waktu, pikiran dan tenaga kalian untuk ini, mengapa ?
Mungkin ini karena cinta.
Dengan kesadaran penuh akan pengawasan Ar Rahman
dan disaksikan bumi Allah
yang mengajari kami berpikir dan berdzikir
Kami prajurit-prajurit Allah
yang da’wah telah menjadi nafas
yang wajah Allah menjadi kerinduan
yang air mata negerinya menjadi kegelisahan dengan kepala tegak kami akan terus berderap melangkah maju menjadi ksatria terdepan pengusung panji Islam ini Kami kader GAMAIS ITB bertekad kuat Untuk berjalan beriringan Dengan kecintaan tulus kepada Allah Untuk saling mengokohkan Dalam setiap tapak mengenal-Nya Kami Kader GAMAIS ITB berikrar bulat Senantiasa membina diri dalam kemuliaan Islam Melakukan perbaikan Hingga perjumpaan kami di taman surga Dengan kepalan tangan yang bersatu dalam barisan pengukir peradaban Saksikanlah, hingga suatu hari nanti Suatu saat di kemudian hari Kampus ITB akan menjelma menjadi taman kehidupan Dan dipenuhi semerbak wangi bunga kebaikan Yang tumbuh subur di atas ukhwah dan keimanan kami Di iringi sejuk lantunan Al Qur’an Dan teduhmya awan Keridhaan Kepada Allah kami berserah diri
Dan kepada-Nya lah kami semua akan kembali
Masih ingat dengan kumpulan kata-kata diatas, ya, itu tidak lain dan tidak bukan adalah ikrar kader GAMAIS ITB yang pernah sebagian besar kita dengar saat pelantikan beberapa bulan lalu, dan sepenggal ucapan yang masih sangat terngiang dalam benak penulis dalam pelantikan kader mula gamais itu adalah, Kampus ITB akan menjelma menjadi taman kehidupan dan dipenuhi semerbak wangi bunga kebaikan. Mungkin itu jawaban atas semua pertanyaan penulis, mungkin kalian juga ingin merealisasikan mimpi itu, mungkin kalian ingin seluruh civitas akademika kampus ini merasakan indahnya islam, menjadikan kamous ini sabagai taman kehidupan yang dinaungi awan keridhoan.
Ini ladang amal kita.
Setiap zaman memiliki pahlawannya sendiri-sendiri.
Kalimat yang mungkin sering kita dengar, lalu bagaimana dengan zaman kita ini, pada kenyataanya…
Kita memang belum bisa seperti muhammad alfatih, dalam usianya yang baru 23 tahun, Beliau telah mewujudkan mimpi 7 abad kaum muslimin, membebaskan konstantinopel dan menjadi sebaik-baiknya pemimpin yang memimpin sebaik-baiknya pasukan.
Kita memang belum bisa sekaliber Hassan Albanna, dalam usia nya yang baru 22 tahun, beliau telah memimpin Ikhwanul Muslimin, untuk kemudian mencetak kader-kader dakwah militan.
Kita memang belum bisa sekaliber Syekh ahmad Yassin, dalam lumpuh leher hingga kakinya, beliau masih bisa menjadi
inspirasi bagi pejuang-pejuang Palestina.
Kita mungkin belum bisa sekaliber anak-anak Palestina, yang mungkin saat teman-teman membaca tulisan ini, mereka sedang “face to face” dengan tank-tank zionis Israel, senapan-senapan tentara Laknatullah, hanya bermodalkan segenggam batu kecil ditangan dan niat menjadi seorang mujahid.
Seorang perdana menteri Malaysia pernah berkata, bahwa kebangkitan islam akan datang dari tetangga sebelahnya, yaitu kita INDONESIA.
Dakwah ini memang jalan yang panjang, yang awalnya telah dimulai ketika kita belum lahir, dan ujungnya boleh jadi melewati usia individu-individu kita atau mungkin melewati usia generasi kita.
Harapan besarnya, dengan tagline “Sebuah Karya untuk Indonesia”, acara GEMA ITB 2011 ini akan menjadi sebuah lokomotif pembawa syiar islam di negeri ini, sebuah momentum kebangkitan islam di negeri ini.
Tapi, ketika itu tidak terjadi, kita sama-sama berharap, acara ini akan menjadi sebuah triggerkebangkitan itu sendiri. Menginpirasi sebanyak-banyaknya orang untuk berubah, untuk berkarya, untuk mengubah makna kesholehan diri, dari kesholehan individu menjadi kesholehan kolektif.
Mungkin ‘hanya’ ini yang bisa kita lakukan, dalam satu kerangka besar GEMA ITB 2011, mari kita syiar kan islam di kampus ini, di negeri ini. Mengoptimalkan seluruh potensi yang ada, meluruskan niat untuk menggapai RidhoNya, menjadikan kepanitian ini sebagai momentum dan titik tolak perubahan diri kita sendiri untuk kemudian mengispirasi sebanyak-banyaknya orang.
H-20 hari GEMA ITB 2011, SEMANGAT GEMA ITB 2011 !!!!!!!!!
Ini ladang amal kita.
Diadaptasi oleh Denny Reza Kamarullah
dari tulisan FASImorphosis : ini tahun kita. Ghunarsa sujatnika (Ketua FASI 78 2011)

